Postingan

Proses Pembuatan SKCK Untuk Ke Taiwan

Untuk kepentingan saya ke Taiwan, salah satu syarat pembuatan visa adalah melampirkan SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian ) yang diterbitkan oleh pihak kepolisian.  Ulasan yang saya bahas nantinya adalah jalur pembuatan SKCK sesuai dengan kepentingan saya selaku istri yang mengikuti suami ke Taiwan. Inilah langkah - langkahnya : Membuat Pelaporan Ke Polsek Setempat Sebelumnya saya sempat ke Kelurahan untuk meminta surat pengantar, ternyata dari pihak kelurahan langsung mengarahkan ke polsek setempat. Di polsek kita akan ditanya sudah pernah punya SKCK atau belum. Jika sudah punya, urusannya adalah perpanjangan namun jika belum akan diberikan surat pengantar dari Polsek untuk tindakan rumusan sidik jari di tingkatan kepolisian selanjutnya yaitu Polres. Adapun persayaratan untuk pembuatan surat pengantar di Polsek diantaranya : - Foto Kopi KTP 1 lembar - Foto Kopi Kartu Keluarga 1 lembar - Foto Kopi Akte Keluarga 1 lembar - Foto Diri berwarna ukuran 4x6 background me...

Pembuatan Pasport untuk ke Taiwan

Ngakunya suka jalan jalan, tapi belum pernah ke luar negeri gara gara enggak pernah punya pasport . Eitzzz... sekarang saya sudah punya lho . Mungkin kalo suami saya enggak tugas belajar, istrinya ini enggak akan pernah punya paspor karena suami saya doyan belajar daripada pelesir. Dan inilah langkah saya dalam membuat pasport untuk saya pergi ke Taiwan. Semua serba online, jadi antrian di Imigrasi harus via online. Dipastikan anda akan ditolak ditempat ketika jawaban anda belum registrasi via online. Download " Antrian Pasport " kemudian buka aplikasi dan ikuti langkah langkah yang sudah disebutkan. Dalam beberapa kasus akan ada kericuhan dikarenakan  sistem down atau antrian penuh. Kalo saya kemarin coba buka aplikasinya pas jam magrib dan lancar banget. Saya  bisa langsung masuk dan melihat serta memilih tanggal kedatangan saya ke Kantor Imigrasi. Ketika hari kehadiran sudah ditentukan, harus ontime untuk kebaikan anda sendiri. Persiapkan dokumen dokumen asli d...

Persiapan Pergi Ke Negara Taiwan

Saya dan suami berencana untuk stay di Taiwan beberapa bulan ke depan, tepatnya bulan Agustus. Senangkah saya?.. yang jelas pikiran saya mengawang awang, bingung bin linglung. Saya bukan mantan anak kost kostan, kehidupan saya di masa lalu sungguh terjamin (paling tidak saya tidak pernah bingung cari makan karena ada ibu saya 😁) Suami saya memang memiliki impian untuk mengenyam pendidikan hingga strata teratas. Dan datanglah kesempatan yang dinanti nanti. Taiwan adalah pilihan suami saya untuk melanjutkan impiannya. Dan sebagai istri dan asisten pribadi suami, saya harus ikut ke negeri seberang. Berbagai persiapan telah dan sedang kami lakukan. Wow.. saya tidak tau bagaimana nantinya. Bahasa inggris saya pas pasan, bahasa mandarin pun masih belajaran, ah saya hanya berharap bisa selamat sampai tujuan😂. Bagaimanapun inilah komitmen saya sebagai istri. Akan mengikuti suami kemanapun dia pergi. Dan tujuan kedua saya adalah pengen tau hidup di luar negeri i...

Hati - Hati Dengan Jari

"Goblok.. gitu aja enggak tau" "Pernah disekolahin enggak sih mulutnya" "Jangan sok suci.. kamu itu jangan suka nuduh sembarangan.. (bla.. bla.. bla.. )" Itulah adalah sedikit kutipan komen yang cukup sering saya temui di akun media sosial. Jujur saya merasa jengah dan tak henti mengernyitkan dahi bahkan tak jarang saya tutup handphone saya. Bukan.. kalimat mereka bukan untuk saya. Saya hanya membaca status bahkan kilasan info dari pengguna akun lain yang kemudian di setiap status ada komen yang mengikuti. Netizen.. itulah sebutan bagi para pengguna media sosial yang kerap menimpali status atau info yang terbagi. Memang hak mereka untuk berpendapat. Tapi apakah hak berpendapat sebebas itu?... Buat saya bebas boleh namun tetap pada koridor kesantunan berkalimat selayaknya kesantunan berkata dengan orang lain. Saya cukup tercengang ketika seseorang menyampaikan informasi namun ditanggapi dengan nada dan kalimat negatif oleh netizen. Dan yang memb...

True love

Tersiar kabar meninggalnya Adara Taista, istri Rasyid Rajasa, diusia yang relatif muda 27 tahun dan diusia pernikahan 5 bulan dikarena penyakit kanker kulit. Melihat sosok Rasyid saya merasakan bagaimana dia begitu mencintai Adara dari awal pernikahan yang kabarnya dipercepat karena penyakit yang diderita Adara. Rasyid dan istri pastilah memahami betul konsekuensi perpisahan mereka dari awal, namun mereka tetap memegang harapan akan kebersamaan. Penggambaran tentang cinta memang beragam. Dan kisah mencintai pasangan sampai maut memisahkan adalah salah satu penggambaran tentang cinta sejati. Memang banyak sekali kisah tentang cinta yang mengiris hati saya selain kisah Rasyid. - Kisah penderita kanker yang harus meninggalkan suami di hari ke 2 pernikahan mereka. - Kisah seorang suami yang tiba tiba didiagnosis kanker stadium 4 dan meninggal di usia pernikahan mereka yang ke 3 bulan. - Kisah anggota polisi yang gugur saat bertugas menghadapi teroris di Surabaya. - Kisah pilot yang...

Salam UntukMu

Di lintas pergantian waktu Bersimpuh kepadaMu Merenungi setiap ketentuanMu Memahami alur takdir yang acapkali tidak kumengerti Kupanjatkan doa meminta restu atas keinginanku Dimalam pergantian hari ini Terimalah lantunan ayat dan salam dariku Wahai sang Illahi

Sore - Sore Sroto

Gambar
Doa saya terkabul dengan cepatnya.. akhirnya saya dapat takjil yang enggak biasa buat saya dengan nama Sroto.. kok bisa??.. jadi begini ceritanya.. Awal puasa saya minta jatah untuk mempersiapkan takjil di masjid kampung. Alasan terdalam saya biar saya dapat pahala puasa 😁😁😁 (enggak papa kaaan???). Nah saya tidak sendiri tetapi dengan 3 tetangga saya yang lain sebagai tim takjil masjid. Saya berencana untuk mempersiapkan takjil favorit saya yaitu aneka gorengan 😉..lah ternyata para tetangga sudah mempersiapkan takjil andalan mereka yaitu Sroto.. Apa Sroto????..apa itu???.. salah sebut Soto kali... "Ini bukan Soto mbak.. sroto itu ya kaya Soto tapi bukan Soto ..ini asli Purwokerto" jelas tetangga saya. Weeh pengetahuan saya tentang masakan daerah ternyata masih dibawah rata rata dan ini jelas perlu di upgrade . Dan untungnya tim saya adalah orang-orang praktis yang mana sroto ini dibuat bukan dengan tangan kami sendiri tapi pesan langsung ke depot nya .. syukur alhamduli...